
Wilayah Yunga di Peru merupakan wilayah transisi antara pesisir gurun dan dataran tinggi Andes, yang dicirikan oleh keanekaragaman flora dan fauna, medan yang terjal, dan iklim yang bervariasi. Vegetasi di wilayah Yunga terdiri dari beragam spesies tumbuhan, termasuk pohon, semak, dan herba yang beradaptasi dengan ketinggian dan iklim wilayah tersebut. Faunanya juga kaya dan beragam, dengan spesies seperti kondor Andes, puma, guanaco, serta beragam jenis burung dan serangga.
Medan wilayah Yunga dicirikan oleh pegunungan terjal, lembah yang dalam, dan sungai yang deras, menciptakan lingkungan yang unik dan menantang bagi satwa liar. Karakteristik unik wilayah Yunga di Peru menjadikannya destinasi populer untuk ekowisata dan aktivitas luar ruangan, menawarkan pengunjung kesempatan untuk menjelajahi lanskap yang menakjubkan dan mengamati kekayaan keanekaragaman hayati wilayah tersebut dari dekat.
Temukan medan Peru: pegunungan, dataran tinggi, dan dataran rendah membentuk keragaman geografis negara ini.
Wilayah Yunga di Peru merupakan wilayah transisi antara pesisir gurun dan Pegunungan Andes yang tinggi. Wilayah ini dicirikan oleh medan yang terjal, gunung Lereng curam dan lembah yang dalam. Vegetasinya rimbun, dengan beragam spesies yang beradaptasi dengan beragam kondisi iklim.
Flora di wilayah Yunga terdiri dari campuran spesies hutan tropis dan tanaman yang beradaptasi dengan ketinggian tinggi. Yang menonjol di antaranya adalah anggrek, bromelia, dan pohon seperti cedar dan kina. Faunanya juga beragam, dengan spesies seperti kondor, beruang berkacamata, dan rusa Andes.
Relief daerah Yunga menyajikan planaltos dan lembah-lembah subur, tempat berbagai jenis tanaman pertanian ditanam. Topografi wilayah yang terjal menciptakan iklim mikro yang mendukung perkembangan beragam ekosistem.
Karakteristik unik wilayah Yunga di Peru menjadikannya destinasi wisata populer bagi para pencinta alam dan petualangan. Bentang alam yang beragam dan keanekaragaman hayati yang kaya menjadikan wilayah ini permata sejati geografi Peru.
Arti kata yunga: temukan asal-usul dan maknanya dalam budaya Andes.
Yunga adalah kata yang berasal dari bahasa Quechua, yang dituturkan oleh penduduk asli wilayah Andes, terutama di Peru. Dalam budaya Andes, kata tersebut yunga mengacu pada wilayah transisi antara pantai dan pegunungan, yang ditandai oleh iklim yang panas dan lembab, dengan vegetasi yang rimbun.
A Wilayah Yunga di Peru mencakup wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan flora dan fauna yang unik. Di antara spesies tumbuhan yang paling umum di wilayah ini, yunga Terdapat pohon palem, bambu, dan beberapa spesies anggrek. Untuk fauna, Anda dapat menemukan beragam burung, mamalia, dan serangga, menjadikan kawasan ini surga sejati bagi para pencinta alam.
Kelegaan dari Wilayah Yunga Peru dicirikan oleh pegunungan dan lembah-lembahnya yang dalam, menciptakan lanskap yang menakjubkan dan menyediakan habitat ideal bagi satwa liar. Lebih lanjut, keberadaan sungai dan air terjun turut memperkaya kekayaan alam wilayah ini.
Di antara fitur utama dari Wilayah Yunga di Peru Iklim tropisnya, dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dan vegetasinya yang rimbun, terkenal karena keanekaragaman spesiesnya. Lebih lanjut, wilayah ini dikenal akan kekayaan budaya aslinya, yang tercermin dalam gastronomi, kerajinan tangan, dan perayaan tradisionalnya.
Singkatnya, Wilayah Yunga di Peru Kawasan ini memiliki nilai ekologis dan budaya yang sangat penting, memikat pengunjung dari seluruh dunia dengan keindahan alam dan warisan sejarahnya. Menjelajahi wilayah ini bagaikan menyelami dunia penuh warna, rasa, dan tradisi yang menghubungkan kita dengan kekayaan budaya Andes.
Wilayah Yunga Peru: flora, fauna, relief dan karakteristiknya
A Wilayah Yunga Ini adalah salah satu dari delapan wilayah alami yang membagi wilayah Peru. Nama "Yunga" berasal dari bahasa Quechua dan dapat diterjemahkan sebagai "zona lembah" atau "lembah hangat".
Ini adalah wilayah tertinggi kedua di negara ini, jika memperhitungkan ketinggiannya: antara 500 dan 2.300 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini juga dikenal sebagai hutan tinggi, gunung, alis gunung, dan gunung alis hutan.

Wilayah Yunga terkenal dengan produksi buah-buahannya. Jambu biji, alpukat, pacae, apel, sirsak, dan plum tumbuh di sini, sebagai contoh.
Wilayah ini dimulai di utara Peru dan meluas ke selatan, melintasi seluruh wilayah.
Faktanya, wilayah ini tidak berakhir di wilayah Peru, melainkan berlanjut ke Bolivia dan mencapai Argentina. Karena alasan ini, World Wildlife Fund (WWF) telah mengklasifikasikan Yunga sebagai ekoregion global.
Ada dua jenis Yunga di Peru. Ada Yunga maritim dan Yunga sungai. Yunga laut terletak di wilayah pesisir sebelah barat Pegunungan Andes Peru, sedangkan Yunga sungai terletak di wilayah hutan sebelah timur Pegunungan Andes.
Selain lokasi, terdapat beberapa perbedaan antara kedua wilayah Yunga. Salah satu perbedaan yang menonjol adalah posisinya relatif terhadap permukaan laut. Yunga maritim berada di ketinggian antara 500 dan 1.000 meter di atas permukaan laut, sedangkan Sungai Yunga berada di ketinggian antara 1.000 dan 2.300 meter di atas permukaan laut.
Tidak seperti kawasan alami lainnya di Peru, wilayah Yunga tidak homogen dalam hal karakteristik fisik, flora dan fauna.
Hal ini disebabkan oleh Sungai Yunga dan Laut Yunga yang dipisahkan oleh pegunungan yang luas, sehingga menghasilkan variasi iklim. Perbedaan iklim ini menghasilkan beragam ekosistem.
Misalnya, vegetasi xerofit (khas daerah gurun) melimpah di Yunga Maritim, sementara di Hutan Hujan Yunga, vegetasi hutan (hutan lebat dan hutan kerdil) mendominasi.
Ekoregion ini memiliki jumlah spesies endemik terbesar di negara ini. Ekoregion ini juga merupakan salah satu yang paling terkenal karena keanekaragaman dan keindahan spesies tumbuhannya.
Tempat
Wilayah Yunga terletak di kedua sisi pegunungan Andes, yang membentang melalui wilayah Peru.
Etimologi “Yunga” "
Kata “Yunga” berasal dari suara Quechua Yunka , yang berarti “lembah hangat”.
Pada periode pra-Columbus, istilah ini digunakan untuk merujuk pada lembah yang terletak di utara negara tersebut dan dekat pantai Peru.
Pembatasan wilayah Yunga dengan wilayah alam lainnya di Peru
Ketika bangsa Eropa tiba di Amerika, mereka membagi Peru menjadi tiga wilayah: wilayah pesisir, wilayah hutan, dan wilayah pegunungan. Namun, pembagian ini dangkal karena hanya mempertimbangkan fitur-fitur wilayah yang paling jelas.
Bertahun-tahun kemudian, Javier Pulgar Vidal (ahli geografi Peru) mengorganisasikan wilayah negara itu menjadi delapan zona, dengan mempertimbangkan ketinggian, relief, fauna, dan flora.
Dengan demikian, muncullah wilayah Yunga (antara 500 meter di atas permukaan laut dan 2.300 meter di atas permukaan laut). Ini merupakan zona transisi antara wilayah pesisir dan wilayah Quechua.
Perlu dicatat bahwa, dari semua wilayah, Yunga memiliki relief, flora, dan fauna yang paling tidak homogen. Hal ini disebabkan oleh Pegunungan Andes yang membaginya menjadi dua bagian.
Subwilayah Yunga
Di Peru, wilayah Yunga dibagi menjadi dua subwilayah: Yunga Maritim dan Sungai Yunga.
Dibandingkan dengan wilayah lain di Peru, Yunga terletak di antara wilayah pesisir dan wilayah Quechua. Yunga maritim dekat dengan pantai, sementara Sungai Yunga lebih dekat dengan pegunungan.
Berikut ini adalah aspek terpenting dari Yunga.
1- Yunga maritim atau pesisir
- Lokasi
Yunga Maritime terletak di sebelah barat Andes Peru, dekat dengan zona pesisir negara tersebut.
- Ketinggian
Letaknya antara 500 meter di atas permukaan laut dan 1.000 meter di atas permukaan laut.
– Kondisi cuaca
Iklimnya secara umum panas dan semi-kering, dengan suhu antara 20 °C dan 27 °C.
Tingkat kelembapan tinggi di malam hari tetapi menurun di siang hari. Curah hujan jarang, dan matahari bersinar hampir sepanjang tahun.
– Tindakan pencegahan utama
Beberapa kota di wilayah maritim Yunga adalah Nazca (520 meter di atas permukaan laut), Tacna (562 meter di atas permukaan laut), Chosica (861 meter di atas permukaan laut) dan Moquegua (1.410 meter di atas permukaan laut).
2- Sungai Yunga
- Lokasi
Sungai Yunga terletak di sebelah timur Andes Peru, dekat kawasan hutan negara tersebut.
- Ketinggian
Ketinggiannya antara 1.000 meter di atas permukaan laut dan 2.300 meter di atas permukaan laut.
– Kondisi cuaca
Iklimnya panas. Suhu berkisar antara 15°C hingga 23°C. Berbeda dengan Yunga Maritimes, tingkat kelembapannya lebih tinggi.
Curah hujan melimpah sepanjang tahun, melebihi 400 milimeter per tahun. Curah hujan tertinggi tercatat antara bulan Desember dan Maret.
– Tindakan pencegahan utama
Kota terpenting yang ditemukan di Sungai Yunga adalah Chapoyas, Abancay, Quillabamba, Sandia, Oxapampa dan Huánuco.
Terminologi: Yunga atau Yungas?
"Yunga" dan "Yungas" adalah dua istilah yang digunakan untuk merujuk pada wilayah alami Peru. Namun, keduanya memiliki arti yang berbeda.
Istilah Yunga mengacu pada dua zona yang terletak di kedua sisi Andes Peru: Yunga Maritim dan Yunga Sungai.
Sementara itu, istilah "Yungas" hanya digunakan untuk merujuk pada kawasan hutan di sebelah timur Andes. Ini berarti Sungai Yunga juga dapat disebut sebagai "Yungas".
Lega
Medan wilayah Yunga terdiri dari lembah dan pegunungan. Formasi batuan umumnya melimpah.
Karena letaknya yang dekat dengan Pegunungan Andes Peru, banyak lembah ini dalam, berbukit, dan sempit, dengan jurang-jurang antar-Andes. Namun, semakin jauh dari Pegunungan Andes, formasi-formasi ini melunak.
Hal yang sama berlaku untuk formasi pegunungan: semakin dekat pegunungan tersebut dengan Andes, semakin curam formasinya.
Daerah dengan ketinggian lebih rendah (antara 1.000 dan 2.000 meter) terdiri dari perbukitan landai, yang membentuk apa yang disebut “alis gunung”.
Waktu
Secara umum, iklim wilayah Yunga hangat. Namun, ketinggian dan kedekatan dengan laut dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan suhu.
Iklim umumnya hangat antara 500 meter di atas permukaan laut dan 1.500 meter di atas permukaan laut. Suhu menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian.
Terdapat dua musim yang berbeda: musim kemarau dan musim hujan. Curah hujan di wilayah Yunga lebih tinggi daripada wilayah lain di Peru. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketinggian: di atas 1.800 meter di atas permukaan laut, curah hujan lebih tinggi.
Flora
Karena Yunga terbagi menjadi dua subwilayah, flora di sana sangat beragam. Yang terutama, spesies buah-buahannya melimpah. Karena alasan ini, Yunga disebut-sebut sebagai wilayah penghasil buah-buahan utama.
Demikian pula, flora di wilayah ini dianggap sebagai salah satu yang terindah dan subur, tidak hanya di Peru, tetapi di seluruh wilayah tropis di dunia.
Di antara spesies tanaman tersebut adalah huarampo, plum, alpukat, apel, jambu biji, molle, pacae, cabuya putih, cabuya biru, cherimoya, pitaya, tebu, sapu, hurango dan toples.
Di beberapa area pegunungan, terdapat pula spesies kaktus, lidah buaya, maguey, dan achupallas. Anda juga dapat menemukan puluhan spesies anggrek, begonia, dan pakis.
– Flora di subwilayah Sungai Yunga
Flora di subwilayah Sungai Yunga dibedakan dari laut oleh hutannya yang lebat dan lembab, khas hutan hujan Amazon.
Namun, di area yang lebih dekat ke pegunungan Andes, vegetasi hutan berganti menjadi hutan kerdil, dengan pohon-pohon yang lebih kecil (tidak melebihi 10 meter tingginya), lumut, anggrek, lumut kerak, dan padang rumput.
– Flora di subwilayah maritim Yunga
Elemen paling khas dari subwilayah maritim Yunga adalah vegetasi gurun atau xerofilik, seperti chuná, pichu, dan curis.
Terdapat juga banyak rerumputan seperti maicillo, krokot, dan yuyo. Secara umum, flora di wilayah laut lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah sungai.
Margasatwa
Wilayah Yunga merupakan rumah bagi berbagai spesies hewan, termasuk serigala sungai, monyet, musang, coati, kucing padang rumput, yaguareté, musang, pekari, dan tapir.
Lebih dari 20% spesies kupu-kupu dunia ditemukan di wilayah ini. Terdapat juga beberapa spesies yang terancam punah, termasuk beruang hitam.
Di sisi lain, kita dapat membahas spesies-spesies berbeda dari masing-masing subwilayah Yunga. Berikut beberapa di antaranya:
– Fauna di subwilayah maritim Yunga
Burung-burung khas Yunga Maritim antara lain merpati, tekukur, chaucato, taugigaray, dan kolibri. Terdapat pula serangga yang dapat menularkan malaria dan penyakit serupa lainnya.
Reptil meliputi kadal dan kadal kecil, ular, dan kobra. Rubah dan puma adalah mamalia yang paling representatif di subwilayah ini.
– Fauna di subwilayah Sungai Yunga
Fauna Sungai Yunga dicirikan oleh keberadaan mamalia, termasuk beruang kacamata dan rubah. Mamalia lain yang ditemukan di daerah ini antara lain tigrill dan puma.
Kawasan lindung wilayah Yunga
Karena keanekaragaman spesies hewan dan tumbuhan yang ditemukan di wilayah Yunga dan keberadaan organisme yang terancam punah, pemerintah Peru telah mendeklarasikan beberapa kawasan yang dilindungi.
Di antara kawasan lindung ini, Taman Nasional Manu menonjol, menjadi salah satu cagar alam satwa liar terbesar dan terpenting.
Kawasan ini juga merupakan salah satu kawasan yang bertanggung jawab atas konservasi flora dan fauna hutan hujan Amazon. Kawasan lindung lainnya di wilayah Yunga meliputi:
– Hutan Lindung Alto Mayo.
– Taman Nasional Cordillera Azul.
– Tempat Suci Bersejarah Machu Picchu.
– Suaka Nasional Pampa Hermosa.
– Taman Nasional Sungai Abiseo.
– Taman Nasional Otishi.
– Hutan lindung Pui-Pui.
– Taman Nasional Tingo Maria.
– Taman Nasional Yanachaga-Chemillén.
Wilayah Yunga, menurut World Wide Fund for Nature
Menurut World Wide Fund for Nature (WWF) di Peru, ada tiga wilayah yang dapat diidentifikasi dengan nama “Yunga”: Yunga Peru, Yunga Bolivia, dan hutan pegunungan.
1- Yunga Peru
Yunga Peru didefinisikan oleh WWF sebagai kawasan alami Peru dengan populasi endemik terbesar di negara tersebut.
2- Yunga Bolivia
Di provinsi Sandia del Perú merupakan kelanjutan dari Yunga Bolivia.
Wilayah ini memiliki karakteristik yang sama dengan Yunga di Peru dan Yunga di Bolivia.
3- Hutan pegunungan
Penggunaan istilah "Yunga" yang ketiga, menurut WWF, merujuk pada hutan dataran tinggi yang terdapat di Cajamarca, Amazonas, dan Piura. Hutan pegunungan ini terhubung dengan Cordillera Ekuador.
Selain ketiga konsepsi istilah ini, dapat ditambahkan bahwa, menurut WWF, Yunga adalah ekoregion transnasional.
Hal ini karena wilayah ini dimulai di Peru utara, melintasi Bolivia dan meluas ke Argentina utara.
Beberapa penulis bahkan menunjukkan bahwa wilayah tersebut meluas ke utara hingga Kolombia dan Venezuela.
Referensi
- Geografi pesisir, pegunungan, dan hutan Peru. Diakses 28 September 2017, dari tripasavvy.com
- Zona kehidupan di Peru. Diakses 28 September 2017, dari Wikipedia.org
- Negara-Negara Megadiverse. Diakses 28 September 2017, dari biodiversitya-z.org
- Pam Barret (2002). Peru Diakses 28 September 2017, dari books.google.com
- Peru Indo. Diakses 28 September 2017, dari perudiscovery.com
- Hutan Hujan Amazon dan Hutan Hujan Peru. Diakses 28 September 2017, dari discover-peru.org
- Yunga Diperoleh pada tanggal 28 September 2017, dari wikipedia.org